Lama gak nulis di blog (maklum, masih jadi hobi, belom jadi pekerjaan), gatel juga tangan buat nulis lagi. Iseng-iseng baca berita top minggu ini, MK akhirnya meloloskan calon independen untuk ikut bertarung dalam pemilu, baik tingkat nasional hingga ke daerah. Persoalannya bukan setuju atau tidak setuju, tapi hal ini semakin menandakan bahwa berbagai institusi legal di negeri ini sudah kehilangan kepercayaan. Dalam hal calon independen, institusi bernama partai dapat dipastikan sudah kehilangan kepercayaan untuk mengusung calon pemimpin yang tepat. Baca Lanjutannya…

Oleh: dizzman | Nopember 20, 2007

Jangan Ngomong Sembarangan!!!

Hati-hati dalam berbicara. Salah ucap bisa menjadi malapetaka. Aku pernah mengalami kejadian aneh dan gak pernah saya lupakan seumur hidup sewaktu masih sekolah dulu. Waktu itu ketika aku hendak parkir di tepi jalan depan gang rumah teman, tiba-tiba dia nyeletuk “Mas, memang aman parkir disini, nanti dashboardnya ilang lho!!”. “Tenang aja, dashboard kijang kan susah diambil,” jawabku santai.

Dua hari kemudian, di tempat yang berbeda, aku parkir di tempat agak tersembunyi agar tidak memancing perhatian orang, soalnya rumah temanku yang satu ini masuk gang agak jauh, jadi harus cari posisi parkir yang tepat untuk menghindari incaran maling. Malam itu, setelah parkir, aku langsung menuju rumah temanku dan karena ngantuk berat, aku tertidur di sana hingga paginya.

Esok hari ketika aku mo kembali, betapa kagetnya ketika kudapati dashboard mobil lenyap!!! Padahal baru dua hari lalu dengan bangganya kukatakan kalo dashboard itu gak mungkin hilang. Lutut serasa lemas melihat mobil tanpa dashboard. “Apa kata orang tuaku?” gumamku membayangkan betapa marahnya orang tuaku melihat mobilnya tanpa dashboard yang vital untuk melihat bensin dan temperatur mobil.

Mulai hari itu, aku semakin berhati-hati berkomentar, takut terpecik muka sendiri……

Oleh: dizzman | Oktober 30, 2007

Dibalik Kesulitan ada Kemudahan

Mengutip ayat Al-Qur’an Surat Alam Nasyrah 5-6: “Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan; sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan”. Ayat tersebut menjadi inspirasi dikala kesulitan menghadang.

Sebagai PNS yang tugas utamanya mengabdi negara, kesulitan menjadi hal biasa dalam menjalani hidup sehari-hari. Seringkali gaji dan honor hanya cukup untuk sampai tengah bulan, akhir bulan mulai cari utangan sana sini. Namun alhamdulillah, selalu saja ada kemudahan di kala masa sulit melanda. Baca Lanjutannya…

Oleh: dizzman | Oktober 25, 2007

Kepercayaan itu Mahal

Pengangguran di Indonesia menurut survey beberapa lembaga, telah mencapai lebih dari 40 juta jiwa. Tetapi di sisi lain ternyata masih banyak kekosongan/lowongan pekerjaan yang belum diisi. Sebagai contoh di kantor saya sendiri saat ini, sebenarnya masih banyak membutuhkan staf baru. Iseng-iseng saya tanya bagian kepegawaian, ada apa sih koq dibiarkan kosong? Jawabanya sederhana, susah mencari orang yang dipercaya!! Lamaran pindah dari instansi lain sudah mencapai ratusan, tapi karena tidak ada referensi atau track record yang jelas (atau gak ada orang dalam yang membawa??), dibiarkan aja lamaran tersebut menumpuk. Saya sendiri bisa pindah lantaran direferensikan oleh teman saya, yang (mungkin) percaya bahwa saya layak untuk bekerja di sini berdasarkan track record saya di tempat kerja lama saya (karena dia juga dulu satu instansi dengan saya, dan pindah juga atas referensi temannya juga, kayak MLM aja) Baca Lanjutannya…

Oleh: dizzman | Oktober 24, 2007

Yang Unik dari Mudik

Ada beberapa hal menarik dan unik yang ditemui selama mudik lewat jalur alternatif.

Pertama adalah jembatan Cirahong yang menghubungkan Tasikmalaya (Manonjaya) dengan Ciamis. Jembatan tersebut adalah jembatan multifungsi, di atas adalah rel kereta api, di bawahnya adalah jalan untuk menyeberang. Dahulunya sih digunakan untuk orang dan kereta kuda, tapi saat ini mobil juga bisa masuk. Coba lihat gambar di bawah ini, serasa masuk ke lorong waktu… Baca Lanjutannya…

Oleh: dizzman | Oktober 22, 2007

Mudik lewat Jalur Alternatif

Mudik kali ini merupakan yang pertama kalinya menggunakan mobil kesayangan, Daihatsu Classy, setelah bertahun-tahun masih numpang mobil ortu, sekalian test drive untuk kedua kalinya (pertama waktu libur panjang bulan Mei ke Surakarta), apakah masih OK atau ketemu penyakit baru lagi.

Singkat cerita, setelah Sholat Ied hari Sabtu (13/10/07), kami sekeluarga berangkat menuju kota Bandung sekitar jam 10 pagi dari Kebon Jeruk. Odometer kecil menunjukkan angka 927 ketika kami berangkat. Seperti biasa kami melalui jalan tol Jakarta – Cipularang untuk mempercepat waktu tempuh. Akan tetapi ternyata pada hari itu lalu lintas padat merayap, terutama selepas Cikarang karena penyempitan lajur (bottle neck) dari tiga menjadi dua lajur. Lepas Karawang Barat baru lalu lintas kembali normal, dan saya putuskan untuk istirahat dulu di rest area KM57 setelah satu jam lebih terjebak kemacetan. Ternyata untuk makan siangpun tidak kalah antriannya dengan kemacetan di jalan raya, hampir 30 menit berdiri menanti hadirnya makanan siap saji ayam goreng ternama dari negeri Paman Sam. Tanpa membuang waktu lagi, kami langsung tancap gas sambil makan di jalan, dan sampai di kota Bandung sekitar jam 13 siang. Odometer menunjukkan 081 ketika kami mengisi bensin seharga Rp. 170.000 (sekitar 35,55 liter) di daerah Seskoad. Baca Lanjutannya…

Kategori