Hari ini, tepat 10 November dirayakan sebagai hari pahlawan. Namundi alam kubur sana, para pahlawan terisak-isak ditemani malaikat Izrail yang selalu setia mendampingi mereka hingga hari kiamat nanti. Mereka hanya bisa meratap:
“Ya Tuhan, rasanya sia-sialah perjuangan dan pengorbanan kami selama ini.
Ternyata, penjajahan tidaklah hilang, namun berubah bentuk saja dari penjajahan fisik menjadi ekonomi.
Tidak ada lagi pengorbanan diri demi bangsa dan negara, namun mengorbankan orang lain, bangsa dan negara, demi kepentingan pribadi dan golongan.
Tidak ada lagi kebenaran dan keadilan, namun hanya pembenaran dan kepalsuan demi keselamatan pribadi dan golongan.
Tidak ada lagi perasaan senasib sepenanggungan, namun penghalalan segala cara demi memuaskan nafsu pribadi dan golongan.
Tidak ada lagi kepercayaan, namun penghianatan demi menunda ajal yang tak seberapa lama.
Tidak ada lagi idealisme, namun materialisme yang ada di kepala demi sesuap berlian yang fana.
Tidak ada lagi kebersamaan dan gotong royong, namun egoisme dan ketidakpedulian demi ambisi.
Ya Tuhan, sampai kapan alam murka mengganggu kehidupan anak cucu kami, hanya karena ulah segelintir manusia durjana yang menyalahgunakan kekuasaan demi golongan mereka sendiri.
Ampunilah anak cucu kami Ya Tuhan, dan tunjukkanlah kepada kami pemimpin yang benar dan mampu menjalankan amanah dengan bijak tanpa melukai hati sebagian besar rakyat yang telah memberikan amanahnya.
Buatlah kami tenang di alam baka ini, tidak lagi memikirkan dosa anak cucu kami, karena kami tidak bisa lagi mendoakan mereka, justru kamilah yang menunggu doa mereka agar bisa bersama-sama sampai di akhirat dengan selamat nanti”.