Ada beberapa hal menarik dan unik yang ditemui selama mudik lewat jalur alternatif.
Pertama adalah jembatan Cirahong yang menghubungkan Tasikmalaya (Manonjaya) dengan Ciamis. Jembatan tersebut adalah jembatan multifungsi, di atas adalah rel kereta api, di bawahnya adalah jalan untuk menyeberang. Dahulunya sih digunakan untuk orang dan kereta kuda, tapi saat ini mobil juga bisa masuk. Coba lihat gambar di bawah ini, serasa masuk ke lorong waktu…
Kedua, tentunya pusat batik Pekalongan di Setono, jalan raya Pekalongan – Batang (sebelah kiri dari arah Jakarta). Di situ memang benar-benar pusatnya batik. Lengkap dan murah, yang penting bisa nawar dan tahu harga di Jakarta. Jangan tanggung-tanggung belanjanya, bisa sekalian kulakan untuk dijual lagi di Jakarta.
Ketiga, tak kalah penting adalah wisata kuliner khas Pekalongan. Apalagi kalau bukan Taoto alias Soto Pekalongan, Sego Megono, Pindang Tetel, Sapitan, Es Dawet, Tempe, Krupuk Usek, dan sebagainya. Dan lebih khas lagi karena makanan-makanan tersebut sulit ditemui di kota besar lainnya, termasuk Jakarta. Sampai-sampai ibu saya memesan satu kaleng khusus Krupuk Usek dan 50 tusuk Sapitan saking susahnya memeroleh produk itu di Jakarta.
Keempat, tidak perlu khawatir lewat jalur alternatif, terutama antara Ketanggungan – Slawi, karena banyak terdapat pompa bensin mini yang menjual premium dengan harga sama dengan harga Pertamina.
Bagi yang penasaran, coba saja iseng-iseng lewat jalur alternatif. Pasti ada hal unik dan menarik yang masih belum tereksplorasi.
Keep blogging ! Ini cara paling sederhana menjadi Tangan Di Atas,
yaitu berbagi ide, berbagi informasi .. berbagi semangat dan cita-cita
Oleh: Eko Budhi S on November 14, 2007
at 9:00 am
saya juga sudah pernah kesana semuanya unik,
Oleh: saut on September 21, 2009
at 1:32 am